Ragam Rehabilitasi untuk Penderita Skoliosis

 


Penyakit yang menyerang tulang manusia tidak hanya osteoporosis. Ada banyak sekali jenis kelainan tulang, bahkan sudah terdeteksi sejak usia anak-anak misalnya skoliosis. Jika Anda mengidap kelainan ini, sebaiknya segeralah lakukan scoliosis rehab untuk bisa memperbaiki keadaan tulang belakang dan menghindari semakin parahnya keadaan skoliosisi ke depannya.  Rehabilitasi untuk penderita skoliosis ini beragam, disesuaikan berdasarkan keadaan masing-masing pasien.

 

Ragam Pilihan Rehabilitasi Medik Penderita Skoliosis

1.     Clear Institute Protocol

Metode rehab paling umum dan banyak dipilih pasien skoliosis adalah clear Institute protocol. Metodenya non invasif dengan teknologi getaran berdasarkan siklus biologi alami pada manusia. Kinerjanya untuk melenturkan sendi dan otot-otot tulang belakang.

 

2.     SEAS

Rehabilitasi medik selanjutnya adalah SEAS. Pada awalnya, teknik ini berkembang di Italia dan sudah diuji selama lebih dari 20 tahun. SEAS berfokus untuk evaluasi keseimbangan, kekuatan dan kelemahan otot hingga kontrol neurological penderita skoliosis.

 

SEAS ini diterapkan kepada pasien dengan syarat penguasaan Active Self Correction. Latihan fisik yang dilakukan secara rutin bertujuan untuk:

-       Peningkatan fungsi tulang belakang

-       Peningkatan kapasitas vital

-       Perbaikan postur tubuh

-       Mengurangi rasa sakit di bagian tulang belakang

-       Perbaikan keseimbangan otot tulang belakang

-       Perlambatan perkembangan kurva skoliosis

 

3.     Denneroll

Rehabilitasi medik denneroll juga bisa menjadi pilihan penderita skoliosis. Tingkat keefektifannya cukup baik, sebab target pengobatan lebih spesifik di area tulang belakang. Terdapat 3 model rehab dari jenis ini yaitu Lumbar Spine, Thoracic dan Cervical.

 

Denneroll sangat cocok untuk beberapa pasien seperti Kyphosis, Skoliosis, Lordosis hingga kekurangan kurva tulang belakang. Agar lebih tepat sasaran, tetap konsultasikan pada dokter spesialis terpercaya.

 

4.     Schroth Method

Terapi skoliosis yang juga bisa dipilih pasien adalah Schroth Method. Jenis terapi ini termasuk yang paling lama dan terus dikembangkan oleh para ahli. Pendekatan utamanya merujuk pada kurva setiap pasien, peningkatan penampilan postur tubuh hingga pengurangan rasa sakit.

 

5.     Scoliroll

Denneroll dikembangkan lagi menjadi terapi rehab Scoliroll. Alatnya berbentuk seperti baju dan didesain untuk gerakan membungkuk, meluruskan dan memutar balik tulang belakang (skoliosis). Alat ini juga berfungsi untuk meregangkan ligamen dan otot serta menjaga kestabilan tulang.

 

6.     Spinal  Decompression

Rehabilitasi medik skoliosis yang cukup canggih adalah spinal decompression. Alat terapinya dikendalikan komputer, sehingga dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing individu.

 

Beberapa penelitian dari para ahli sudah membuktikan jika spinal decompression cukup efektif dalam meregangkan otot tulang belakang tanpa melalui operasi. Ketika bantalan tulang dan saraf mulai meregang, nutrisi bisa masuk sehingga kondisi kelainan tulang belakang akan membaik.

 

7.     Dukungan secara Psikologis

Kesembuhan penderita skoliosis tidak hanya dari tetapi fisik saja. Namun, pasien perlu mendapatkan dukungan secara psikologis. Hal ini akan mempercepat terapi yang dilakukan. Kondisi mental yang dibangun akan meyakinkan pasien jika:


-       Penderita skoliosis tetap merasa nyaman ketika memakai alat terapi

-       Orang tua tidak akan khawatir tentang masa depan anaknya sebagai penderita skoliosis

-       Menikmati proses rehabilitasi medik dengan santai dan menyenangkan (orang tua dan anak)

 

Saat ini, sudah tersedia beragam metode rehabilitasi medik bagi pasien skoliosis. Pasien hanya perlu mengunjungi dokter spesialis terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Kecanggihan pengobatan yang ada saat ini juga membuat penderita skoliosis bisa ‘normal’ kembali.